Rabu, 20 Mei 2015

S  I  L  A  B  U  S

Matakuliah                             :  Agama Kristen Protestan                    Dosen Pengampu                : Benget Napitupulu, S.Th., M.Pd.K
Kode Mata Kuliah                    :                                                                  Mata Kuliah Pendukung    :  MKU
Semester                                :  I (satu)                                                      Pendukung utk Matakuliah:  Pengembangan Kepribadian
Satuan Kredit Semester       :  2 SKS (D III) / 3 SKS (DIV)
Jumlah Jam/minggu             :  2x45 menit/minggu atau 3X45/minggu
 
Tujuan Mata Kuliah :  Menerapkan nilai-nilai luhur kristiani untuk berperilaku unggul secara intelektual, anggun secara moral dan kompeten dalam keahlian studi yang ditekuni dan memiliki panggilan untuk menerapkan imannya dimana pun.

MINGGU KE
UNIT KOMPETENSI
ELEMEN KOMPETENSI
KRITERIA UNJUK KERJA (PERFORMANCE)

ALOKASI WAKTU

MEDIA/
BAHAN

METODE PEMBELAJARAN

TEKNIK EVALUASI

REFERENSI
T
P
1
TUHAN YANG MAHA ESA

1. Mahasiswa mampu menyadari dan menghayati peranan penting Agama dalam kehidupan manusia dan masyarakat secara khusus peranannya dalam pengembangan  yang utuh menyeluruh




1. Menjelaskan dengan kata-kata sendiri peran agama bagi kehidupan manusia, khususnya dalam pengembangan kepribadian manusia yang utuh
2X45 menit
-
- Alkitab
- Lingkungan alam sekitar
 - Lingkungan sosial masyarakat
- Komunitas gerejawi
- Budaya actual
- Media cetak
- Nara sumber
- Media elektronik dan computer
- Kepustakaan

1.    EKSPLORASI (artikel, kasus dsbnya)
2.    Sharing – untuk saling memperkaya pemahaman.
3.    Diskusi/Debat
4.    Presentasi PPT

-    Portofolio kelompok/ individu (ppt,
-    laporan-laporan, artikel)
-    Presentasi lisan
-    Pengamatan perilaku

Boland, B.J. & Niftrik, Dogmatika Masa Kini, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1980)
Hadiwiyono, H, Iman Kristen, Jakarta, 1982
Herlianto, Siapakah yang bernama Allah itu?, Jakarta , 2001
Joesoef Fou, Agama-agama Besar di Dunia, Jakarta, 1983
Yeow, Choo Lak, To God Be The Glory, (Singapore: TrinityTheological College, 1981)
2

2. Mahasiswa mampu menghayati makna kepercayaan kepada Tuhan dalam praktek kehidupan sehari-hari dalam relasi dengan Tuha, sesama dan tanggund jawabnya terhadap pemeliharaan alam semesta ini.

2.    Menjelaskan dengan kata-kata sendiri implikasi kepercayaan kepada Tuhan sebagai pencipta dan pemelihara, penyelamat, dan pembaharu dalam kehidupan Kristiani di dalam konteks masyarakatnya
2X45 menit
-
-  Lingkungan alam sekitar
- Lingkungan sosial masyarakat
- Komunitas gerejawi
- Budaya actual
- Media cetak
- Nara sumber
- Media elektronik dan komputer
- Kepustakaan
1.    EKSPLORASI (artikel, kasus dsbnya)
2.    Sharing – untuk saling memperkaya pemahaman.
3.    Presentasi PPT


-    Portofolio kelompok/ individu (ppt,
-    laporan-laporan, artikel)
-    Presentasi lisan
-    Pengamatan perilaku
-   Assesment
-   Inquiry
Hadiwiyono, H, Iman Kristen, Jakarta, 1982
Herlianto, Siapakah yang bernama Allah itu?, Jakarta , 2001
Ismael Andar  Selamat Berkembang, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2003
Joesoef Fou, Agama-agama Besar di Dunia, Jakarta, 1983

3
MANUSIA
Mahasiswa mampu menyadari hakikatnya sebagai mahluk religius/spiritual, moral, sosial, serta rasional agar dapat menjalani kehidupannya sebagai mahasiswa dengan memperkembangkan diri seutuhnya dalam semua dimensi kehidupan
Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan memberi makna serta implikasi terhadap hakikat manusia sebagai:
1. Mahluk ciptaan Tuhan: makna dan hakikatnya
2. Mahluk religius: makna makna dan hakikatnya
3. Mahluk etis/moral:  makna dan hakikatnya
3x 45 menit
-
- Alkitab
- Lingkungan alam sekitar
 - Lingkungan sosial masyarakat
- Komunitas gerejawi
- Budaya actual
- Media cetak
- Nara sumber
- Media elektronik dan komputer (laptop),slide
- Kepustakaan
1. EKSPLORASI (artikel, kasus dsbnya)
2. Sharing – untuk saling memperkaya pemahaman.
3. Presentasi PPT
4.  Presentasi kelompok
5. Diskusi
-    Assesment Portopolio kelompok/individu (ppt laporan -laporan, artikel)
-    Inquiry
-    Presentasi lisan
-    Pengamatan perilaku


Boland, B.J. & Niftrik, Dogmatika Masa Kini, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1980)
Hadiwiyono, H, Iman Kristen, Jakarta, 1982
Abineno, J.L.Ch, Manusia dan sesamanya, Jakarta, 2003 Arkitson,D
 Kejadian I-II, Jakarta, 1996
Verkuyl, J. Etika Kristen, Bagian Umum, Jakarta, 1985
4.

Mahasiswa mampu menyadari hakikatnya sebagai mahluk religius/spiritual, moral, sosial, serta rasional agar dapat menjalani kehidupannya sebagai mahasiswa dengan memperkembangkan diri seutuhnya dalam semua dimensi kehidupan
4. Mahluk sosial: Mana da Implikasinya
5. Mahluk rasional: makna dan impliksinya, khususnya dalam hubungan dengan perkembangan kebudayaan dalam arti umum, dan secara khususpengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
6. Mahluk berdosa: makna dosa baik yang individu khususnya dosa sosial, serta implikasi kedosaan manusia dalam hubungan manusia yang multidimensionaal: dengan Tuhan , sesama, diri sendiri, dan alam ciptaan
2X45 menit
-
- Alkitab
- Lingkungan alam sekitar
 - Lingkungan sosial masyarakat
- Komunitas gerejawi
- Budaya actual
- Media cetak
- Nara sumber
- Media elektronik dan komputer (laptop),slide
- Kepustakaan
1. EKSPLORASI (artikel, kasus dsbnya)
2. Sharing – untuk saling memperkaya pemahaman.
3. Diskusi / Debat
4. Presentasi PPT
5.  Presentasi kelompok

-       Inquiry
-       Portofolio kelompok/ individu (ppt, laporan-laporan, artikel)
-       Presentasi lisan
-       Pengamatan perilaku
Boland, B.J. & Niftrik, Dogmatika Masa Kini, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1980)
Hadiwiyono, H, Iman Kristen, Jakarta, 1982
Abineno, J.L.Ch, Manusia dan sesamanya, Jakarta, 2003 Arkitson,D
 Kejadian I-II, Jakarta, 1996
Verkuyl, J. Etika Kristen, Bagian Umum, Jakarta, 1985
5
MORALITAS
Mahasiswa mampu memahami hakikat moralitas Kristiani dan hubungan antara iman  dan moralitas berdasarkan perspektif Kristen untuk mengidentifikasi berbagai isu moral sosial yang ada di dalam kehidupan dewasa ini
1. Menjelaskan hakikat moralitas Kristiani, serta hubungan timbal balik antara iman dan moralitas
2. Bersikap Kritis, konstruktif menhadapi tantangan arus global
2X45 menit
-
Alkitab
- Lingkungan alam sekitar
 - Lingkungan sosial masyarakat
- Komunitas gerejawi
- Budaya actual
- Media cetak
- Nara sumber
- Media elektronik dan komputer (laptop),slide
- Kepustakaan
1.    EKSPLORASI (artikel, kasus dsbnya)
2.    Sharing – untuk saling memperkaya pemahaman
3.    Diskusi / Debat
4.    Presentasi PPT
5.     Presentasi kelompok

-    Portopolio kelompok/individu (ppt laporan -laporan, artikel)
-    Inquiry
-    Presentasi lisan
-    Pengamatan perilaku

Verkuyl, J. Etika Kristen, Bagian Umum, Jakarta, 1985
Bertens, Etika, Gramedia, Jakarta, 2001
Haiwiyono,H,  Iman Kristen, Jakarta 1982
6

Mahasiswa mampu memahami hakikat moralitas Kristiani dan hubungan antara iman  dan moralitas berdasarkan perspektif Kristen untuk mengidentifikasi berbagai isu moral sosial yang ada di dalam kehidupan dewasa ini
3. Membangun kesadaran dan sikap moral kristiani berhadapan dengan berbagai isu moral sosial yang dihadapinya
4. Memiliki kesadaran etis sesuai dengan perkembangan kepribadiannya dalam hidup kesehariannya
2X45 menit
-
Alkitab
- Lingkungan alam sekitar
 - Lingkungan sosial masyarakat
- Komunitas gerejawi
- Budaya actual
- Media cetak
- Nara sumber
- Media elektronik dan komputer (laptop),slide
- Kepustakaan
1. EKSPLORASI (artikel, kasus dsbnya)
2. Sharing – untuk saling memperkaya pemahaman.
3. Diskusi / Debat
4. Presentasi PPT
5. Presentasi kelompok

-    Portopolio kelompok/individu (ppt laporan -laporan, artikel)
-    Inquiry
-    Presentasi lisan
-    Pengamatan perilaku

Verkuyl, J. Etika Kristen, Bagian Umum, Jakarta, 1985
Bertens, Etika, Gramedia, Jakarta, 2001
Haiwiyono,H,  Iman Kristen, Jakarta 1982
7
MASYARAKAT
Mahasiswa mampu berdiri di garis terdepan dalam pemberdayaan masyarakat berkaitan dengan hak dan kewajibannyasebagai individu sekaligus sebagai warga bangsa dalam masyarakat madani (civil society) sesuai dengan rpinsip-prinsip kristiani
1. Mahasiswa menjelaskan beberapa prinsip hidup bermasyarakat dengan mengacu kepada isi Alkitab
2. Mahasiswa sanggup melakukan rencan konkrit untuk pemberdayaan masyarakat demi meraih hari depan yang lebih adil dan sejahtera dalam masyarakat yang berkeadilan dan beradab

2X45 menit
-
Alkitab
- Lingkungan alam sekitar
 - Lingkungan sosial masyarakat
- Komunitas gerejawi
- Budaya actual
- Media cetak
- Nara sumber
- Media elektronik dan komputer (laptop),slide
- Kepustakaan
1. EKSPLORASI (artikel, kasus dsbnya)
2. Sharing – untuk saling memperkaya pemahaman.
3. Diskusi / Debat
4. Presentasi PPT
5. Presentasi kelompok

-    Portopolio kelompok/individu (ppt laporan -laporan, artikel)
-    Inquiry
-    Presentasi lisan
-    Pengamatan perilaku

Hendropspita, Sosiologi Agama, Yogyakarta, 1983
Stott, John, Isu-isu Global, Jakarta,1984
Verkuyl, J, Etika Kristen,Ras, Gereja, Bangsa dan Negara, Jakarta,1979
Abineno, J.L. Ch, Manusia dan Sesamanya di dalam dunia, Jakarta, 2003
8

Mahasiswa mampu berdiri di garis terdepan dalam pemberdayaan masyarakat berkaitan dengan hak dan kewajibannyasebagai individu sekaligus sebagai warga bangsa dalam masyarakat madani (civil society) sesuai dengan rpinsip-prinsip kristiani
3.Mahasiswa merumuskan pergumulan masyarakat secara umum
4. Mahasiswa mengajukan bentuk partisipasi umat Kristen dalam pergumulan masyarakat
2X45 menit
-
Alkitab
- Lingkungan alam sekitar
 - Lingkungan sosial masyarakat
- Komunitas gerejawi
- Budaya actual
- Media cetak
- Nara sumber
- Media elektronik dan komputer (laptop),slide
- Kepustakaan
1. EKSPLORASI (artikel, kasus dsbnya)
2. Sharing – untuk saling memperkaya pemahaman.
3. Diskusi/Debat
4. Presentasi PPT
5.  Presentasi kelompok

-    Portopolio kelompok/individu (ppt laporan -laporan, artikel)
-    Inquiry
-    Presentasi lisan
-    Pengamatan perilaku

Hendropspita, Sosiologi Agama, Yogyakarta, 1983
Stott, John, Isu-isu Global, Jakarta,1984
Verkuyl, J, Etika Kristen,Ras, Gereja, Bangsa dan Negara, Jakarta,1979
Abineno, J.L. Ch, Manusia dan Sesamanya di dalam dunia, Jakarta, 2003
9
ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DAN SENI
Mahasiswa mampu memahami dan menghayati hubungan timbal balik yang positif antara iman dan ilmu pengetahuan serta teknologi modern serta memberi landasan imaniah bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern demi kesejahteraan umat manusia serta kelestarian alam ciptaan Tuhan dan kemuliaan Tuhan
1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi hubungan timbal balik antara iman dengan iptek dalam sejarahnya
2. Mahasiswa mampu menjelaskan hubungan yang bermakna antara iman dan sains dari sudut pandang iman kristiani

2X45 menit
-
Alkitab
- Lingkungan alam sekitar
 - Lingkungan sosial masyarakat
- Komunitas gerejawi
- Budaya actual
- Media cetak
- Nara sumber
- Media elektronik dan komputer (laptop),slide
- Kepustakaan
1. EKSPLORASI (artikel, kasus dsbnya)
2. Sharing – untuk saling memperkaya pemahaman.
3. Diskusi/Debat
4. Presentasi PPT
5. Presentasi kelompok

-    Portopolio kelompok/individu (ppt laporan – laporan, artikel)
-    Inquiry
-    Presentasi lisan
-    Pengamatan perilaku

Verkuyl, Etika Kristen, (Kebudayaan), Jakarta, 1982
Mulder, D.C, Iman dan Ilmu Pengetahuan, Jakarta, 1983
Covey, Tujuh Kebiasaan Manusia yang sangat efektif, akarta, 1994
Verkuyl, J, Fragmenta Apologetika, Jakarta,1982
10


3. Mahasiswa mampu mendefinisikan hakikat teknologi dan seni
4. Mahasiswa mampu mengidentifikasi dampak negatif dan positif dari teknologi
5. Mahasiswa mampu merumuskan kriteria yang sesuai dengan iman dan etika Kristen mengenai pengembangan dan penggunaan iptek yang bertanggung jawab
2X45 menit
-
Alkitab
- Lingkungan alam sekitar
 - Lingkungan sosial masyarakat
- Komunitas gerejawi
- Budaya actual
- Media cetak
- Nara sumber
- Media elektronik dan komputer (laptop),slide
- Kepustakaan
1. EKSPLORASI (artikel, kasus dsbnya)
2. Sharing – untuk saling memperkaya pemahaman.
3. Diskusi/Debat
4. Presentasi PPT
5. Presentasi kelompok

-    Portopolio kelompok/individu (ppt laporan – laporan, artikel)
-    Inquiry
-    Presentasi lisan
-    Pengamatan perilaku

Verkuyl, Etika Kristen, (Kebudayaan), Jakarta, 1982
Mulder, D.C, Iman dan Ilmu Pengetahuan, Jakarta, 1983
Covey, Tujuh Kebiasaan Manusia yang sangat efektif, akarta, 1994
Verkuyl, J, Fragmenta Apologetika, Jakarta,1982
11
BUDAYA
Mahasiswa menunjukkan sikap yang benar terhadap kebudayaan sesuai dengan iman Kristen
1. Mahasiswa menjelaskan hakekat kebudayaan
2. Mahasiswa menyebutkan beberapa wujud kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari

2X45 menit
-
Alkitab
- Lingkungan alam sekitar
 - Lingkungan sosial masyarakat
- Komunitas gerejawi
- Budaya actual
- Media cetak
- Nara sumber
- Media elektronik dan komputer (laptop),slide
- Kepustakaan
1. EKSPLORASI (artikel, kasus dsbnya)
2. Sharing – untuk saling memperkaya pemahaman
3. Diskusi/Debat
4. Presentasi PPT
5. Presentasi kelompok

-    Portopolio kelompok/individu (ppt laporan – laporan, artikel)
-    Inquiry
-    Presentasi lisan
-    Pengamatan perilaku

Verkuyl, Etika Kristen, (Kebudayaan), Jakarta, 1982
Verkuyl, J, Fragmenta Apologetika, Jakarta,1982
Haiwiyono,H,  Iman Kristen, Jakarta 1982
Nababan, SAE, Iman dan Kemiskinan, Jakarta, 1966
Brownlee,M, Tugas Manusia dalam dunia milik Tuhan, Jakarta, 2004
12


3. Mahasiswa menjelaskan mengapa terjadi krisis nilai dalam kebudayaan
4. Mahasiswa memberikan sikap yang benar terhadap kebudyaan sesuai iman Kristen
2X45 menit
-
Alkitab
- Lingkungan alam sekitar
 - Lingkungan sosial masyarakat
- Komunitas gerejawi
- Budaya actual
- Media cetak
- Nara sumber
- Media elektronik dan komputer (laptop),slide
- Kepustakaan
1. EKSPLORASI (artikel, kasus dsbnya)
2. Sharing – untuk saling memperkaya pemahaman
3. Diskusi/Debat
4. Presentasi PPT
5. Presentasi kelompok

-    Portopolio kelompok/individu (ppt laporan – laporan, artikel)
-    Inquiry
-    Presentasi lisan
-    Pengamatan perilaku

Verkuyl, Etika Kristen, (Kebudayaan), Jakarta, 1982
Verkuyl, J, Fragmenta Apologetika, Jakarta,1982
Haiwiyono,H,  Iman Kristen, Jakarta 1982
Nababan, SAE, Iman dan Kemiskinan, Jakarta, 1966
Brownlee,M, Tugas Manusia dalam dunia milik Tuhan, Jakarta, 2004
13
POLITIK
Menumbuh kembangkan kesadaran dan penghayatan akan peran sebagai generasi muda Kristen yang memiliki hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia, menyadari bahwa orang Kristen wajar berpartisipasi dalam politik di Indonesia
1. Mahasiswa merumuskan pengertian politik yang hakiki menurut  iman Kristen

2X45 menit
-
Alkitab
- Lingkungan alam sekitar
 - Lingkungan sosial masyarakat
- Komunitas gerejawi
- Budaya actual
- Media cetak
- Nara sumber
- Media elektronik dan komputer (laptop),slide
- Kepustakaan
1. EKSPLORASI (artikel, kasus dsbnya)
2. Sharing – untuk saling memperkaya pemahaman
3. Diskusi/Debat
4. Presentasi PPT
5. Presentasi kelompok

-    Portopolio kelompok/individu (ppt laporan – laporan, artikel)
-    Inquiry
-    Presentasi lisan
-    Pengamatan perilaku

Barent, Pengantar Ilmu Politik, Jakarta, Erlangga
Brownlee,M, Tugas Manusia dalam dunia milik Tuhan, Jakarta, 2004
DGI, Melihat Tanda-tanda Zaman, Jakarta 1976
Dep.AG. R.I., Pembinaan Kehidupan Beragama di Indonesia,1982
Suseno, Frans Magnis, Etika Politik, Gramedia, Jakarta
14


2.    Mahasiswa mengemukakan bentuk-bentuk partisipasi politik orang Kristen dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat
2X45 menit
-
Alkitab
- Lingkungan alam sekitar
 - Lingkungan sosial masyarakat
- Komunitas gerejawi
- Budaya actual
- Media cetak
- Nara sumber
- Media elektronik dan komputer (laptop),slide
- Kepustakaan
1. EKSPLORASI (artikel, kasus dsbnya)
2. Sharing – untuk saling memperkaya pemahaman
3. Diskusi/Debat
4. Presentasi PPT
5. Presentasi kelompok

-    Portopolio kelompok/individu (ppt laporan – laporan, artikel)
-    Inquiry
-    Presentasi lisan
-    Pengamatan perilaku

Barent, Pengantar Ilmu Politik, Jakarta, Erlangga
Brownlee,M, Tugas Manusia dalam dunia milik Tuhan, Jakarta, 2004
DGI, Melihat Tanda-tanda Zaman, Jakarta 1976
Dep.AG. R.I., Pembinaan Kehidupan Beragama di Indonesia,1982
Suseno, Frans Magnis, Etika Politik, Gramedia, Jakarta
15
HUKUM
Mahasiswa mampu memiliki pemikiran yang komprehensip mengenai peran agama Kristen dalam rangka penegakan hukum yang adil dan benar
1. Menganalisis situasi penegakan hukum di Indonesia saat ini
2. Membuat rangkuman mengenai peran agama Kristen sebagai alat kontrol terhadap kekuasaan, kebenaran dan keadilan
2X45 menit
-
Alkitab
- Lingkungan alam sekitar
 - Lingkungan sosial masyarakat
- Komunitas gerejawi
- Budaya actual
- Media cetak
- Nara sumber
- Media elektronik dan komputer (laptop),slide
- Kepustakaan
1.    EKSPLORASI (artikel, kasus dsbnya)
2.    Sharing – untuk saling memperkaya pemahaman
3.    Diskusi/Debat
4.    Presentasi PPT
5.    Presentasi kelompok

-    Portopolio kelompok/individu (ppt laporan – laporan, artikel)
-    Inquiry
-    Presentasi lisan
-    Pengamatan perilaku

Apeldorn,  Pengantar Ilmu Huku, Pradnya Paramita, Jakarta,1983
Sudaarsono, Pengantar Ilmu Hukum, Rineka Cipta Jakarta
Kunthoro dkk, Bunga Rampai Ilmu Hukum, Liberti, Yogyakart a, 1984
Kuncoro Purbopranoto, Prof., Hak-hak Asasi Manusiadan Pancasila, Jakarta, Pradnya Paramita, 1976
16


3. Menjelaskan Partisipasi nyata mahasiswa Kristen dalam rangka perwujudan HAM dan Demokrasi di Indonesia
2X45 menit
-
Alkitab
- Lingkungan alam sekitar
 - Lingkungan sosial masyarakat
- Komunitas gerejawi
- Budaya actual
- Media cetak
- Nara sumber
- Media elektronik dan komputer (laptop),slide
- Kepustakaan
1. EKSPLORASI (artikel, kasus dsbnya)
2. Sharing – untuk saling memperkaya pemahaman
3. Diskusi/Debat
4. Presentasi PPT
5. Presentasi kelompok

-    Portopolio kelompok/individu (ppt laporan – laporan, artikel)
-    Inquiry
-    Presentasi lisan
-    Pengamatan perilaku

Apeldddorn,  Pengantar Ilmu Huku, Pradnya Paramita, Jakarta,1983
Sudaarsono, Pengantar Ilmu Hukum, Rineka Cipta Jakarta
Kunthoro dkk, Bunga Rampai Ilmu Hukum, Liberti, Yogyakart a, 1984
Kuncoro Purbopranoto, Prof., Hak-hak Asasi Manusiadan Pancasila, Jakarta, Pradnya Paramita, 1976
17.
KERUKUNAN
Menjelaskan pluralisme agama sebagai kebutuhan dan kekayaan bangsa yang harus disyukuri dan merancang program kerja ssama yang bernuansa multikultural
1. Mahasiswa mampu merumuskan  makna kerukunan hidup beragama secara konkrot dalam hidup bermasyarakat
2. Mahasiswa mampu menganalisis kenyataan pluralisme-multikultural di Indonesia dan pengaruhnya bagi kehidupan masyarakat
2X45 menit
-
Alkitab
- Lingkungan alam sekitar
 - Lingkungan sosial masyarakat
- Komunitas gerejawi
- Budaya actual
- Media cetak
- Nara sumber
- Media elektronik dan komputer (laptop),slide
- Kepustakaan
1. EKSPLORASI (artikel, kasus dsbnya)
2. Sharing – untuk saling memperkaya pemahaman
3. Diskusi/Debat
4. Presentasi PPT
5. Presentasi kelompok

-    Portopolio kelompok/individu (ppt laporan – laporan, artikel)
-    Inquiry
-    Presentasi lisan
-    Pengamatan perilaku

Hendropspita, Sosiologi Agama, Yogyakarta, 1983
Stott, John, Isu-isu Global, Jakarta,1984
Verkuyl, J, Etika Kristen,Ras, Gereja, Bangsa dan Negara, Jakarta,1979
Abineno, J.L. Ch, Manusia dan Sesamanya di dalam dunia, Jakarta, 2003

TETAP TEGUH DAN TETAP BERKOMITMEN




"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!  Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."  1 Korintus 15:58

Saat diutus ke dalam dunia, Yesus dengan penuh komitmen melakukan kehendak Bapa.  Yesus bukan sekedar menjalankan perintah Bapa, tetapi juga didasari oleh visi yang telah diterimaNya: "...Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk me
mberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."  (Matius 20:28).

     Yesus mengerjakan visi ini dengan ketaatan penuh dan tak tergoyahkan meskipun harus menghadapi resiko yang besar.  Alkitab mencatat:  "...Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.  Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."  (Filipi 2:5-8).  Oleh karena itu Paulus memberi nasihat agar setiap orang percaya meneladani Tuhan Yesus yang taat sampai mati di kayu salib!  Dalam keadaan apa pun hendaknya kita tetap teguh, tidak goyah dan semakin giat dalam melayani Tuhan.  Kata teguh dalam bahasa aslinya berarti setia.  Dalam kesetiaan terkandung komitmen yang tinggi.  Ingat!  Perjalanan kekristenan itu tidak mudah, ada banyak ujian dan tantangan, namun Tuhan berjanji akan memberikan kekuatan kepada kita, seperti yang disampaikan oleh Rasul Paulus,  "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."  (Filipi 4:13).  Jika kita mengandalkan kekuatan sendiri, kita tidak akan mampu dan pasti akan gagal.

     Akhir-akhir ini tidak sedikit orang Kristen yang mulai goyah imannya dan tidak lagi giat melayani Tuhan:  ibadah kendor, berdoa kendor, pelayanan kendor dan sebagainya karena masalah atau penderitaan yang dialaminya.  Namun justru ketika berada dalam ujian seharusnya kita makin melekat kepada Tuhan Yesus sebagai pokok anggur, sebab di luar Dia kita tidak dapat berbuat apa-apa  (baca 
Yohanes 15:5b).  Mari kita koreksi kehidupan kita, apakah kita sudah melenceng dari kehendak Tuhan?  Mari kita perbarui komitmen kita.

Bila kita teguh dalam melakukan kehendak Tuhan, Dia akan mempercayakan perkara-perkara besar kepada kita, meskipun itu harus dimulai dari perkara kecil dahulu.

Senin, 18 Mei 2015

Etika Seksual Pernikahan


Etika Seksual dan Pernikahan Kristen

A.       Hakekat Perbedaan Jenis Manusia

            →  Manusia diciptakan berbeda:  (Dasar Kej.1, 27-28)
Laki-laki lebih dahulu lalu Perempuan
                         Diberkati supaya memenuhi bumi
                        Perbedaan menjadi saling mengisi demi realisasi berkat Tuhan
                        Manusia memiliki akal budi; kehendak bebas; kemampuan berkomunikasi
                        Dengan bahasa; kesadaran diri sebagai ciptaan Allah

B.      Hakekat Seksualitas

→  Seks artinya Organ Kelamin Primer; Seksualitas  adalah ciri kepriaan dan  kewanitaan
→   Seks atau organ kelamin berhubungan erat dengan kejiwaan, sifat-sifat, cara berpikir dan aksi
→   Seksualitas yaitu keseluruhan ciri yang menunjukkan kepriaan atau kewanitaan
       Seperti: bentuk badan; gerak-gerik; suara; sifat; perasaan; kejiwaan; cara berpikir
                      bakat; dan sebagainya.
→   Tuhan menciptakan pria dan wanita menjadi mahluk kontra relatif = berbeda
                        untuk saling melengkapi dan saling mengisi.  

C.      Seksualitas Dalam Pernikahan Menurut Alkitab

 →  Kej.1, 27-28 dan Kej.2, 21-25 merupakan kisah penciptaan manusia dalam Alkitab. Kej.1, 27-28 sifatnya umum menegaskan kesederajatan pria dan wanita. Keduanya sama diberi tanggungjawab atas kelanggengan bumi.
Kej.2,21-25 menegaskan kesatuan pria dan wanita yang mengkonstitusikan asas perkawinan heteroseksual. Dalam hal ini muncul tiga kebenaran fundamental:
Pertama, Kebutuhan manusia untuk berteman. “Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja”(ay.18). Manusia menjadi mahluk sosial yang membutuhkan hubungan dengan yang lain serta menjadi lapangan perwujudan kasih dan mengasihi. Secara khusus dalam hubungan satu pria dan satu wanita yang disebut sebagai isterinya adalah hubungan kesepadanan dan penolong. Hubungan kesepadanan dan penolong ini berlanjut menjadi “sedaging” yang menjadi puncak perwujudan kasih sayang dan wahana meneruskan generasi.
(Catatan: Rasul Paulus dalam 1 Kor.7, 1 mengatakan: adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin, bukan untuk meniadakan kebenaran Kej.2 melainkan sebagai praktek hidup suci dan focus melakukan hidup suci)
Kedua,  Kej.2 menjelaskan bahwa Tuhan sendiri memperdulikan kebutuhan insani manusia. Tuhan menciptakan mitra pria dari tulang rusuk pria itu sendiri dan membawanya kepada pria itu. Melaluinya terjadi kesatuan fundamental yang tidak terpisahkan. Pengakuan Adam (2,23) merupakan ungkapan kesatuan dalam pernikahan yang tidak terpisahkan.
Ketiga, Pelembagaan pernikahan adalah sebagai hasil penciptaan wanita. Wanita diciptakan dari dalam diri pria, artinya berasal dari satu yang kemudian dipisah Tuhan menjadi pria dan wanita dan menyatu dalam pernikahan. Ini menjadi misteri keintiman heteroseksual yang mendalam. 

            Alkitab merumuskan pernikahan yang dilembagakan Allah dalam arti monogami heteroseksual. Artinya, pernikahan itu adalah persatuan antara seorang pria dan seorang wanita yang harus diakui dan disaksikan oleh umum (keberangkatan pria dan wanita meninggalkan orangtuanya), di materaikan untuk hubungan seumur hidup (bersatu dengan isterinya), dan mencapai kesempurnaan phisik (sedaging). Alkitab tidak berbicara berbeda dengan itu.

D.     Pernikahan  dan Keluarga Kristen

Pengertian Pernikahan Kristen
Pernikahan Kristen ialah ikatan lahir bathin di antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami dan isteri yang didasari cinta kasih Allah. Karena itu pernikahan itu dibangun di dalam Kasih Kristus.
 
            Ciri-ciri Pernikahan Kristen
Pernikahan satu orang pria dan satu orang wanita yang disahkan oleh Allah dan tidak diceraikan manusia (Mat.19, 5-6)
Pernikahan Kristen adalah persekutuan hidup

Persekutuan hidup yang berlaku seumur hidup dan tidak boleh bercerai.

BAB II. MANUSIA

BAB II. MANUSIA

Membahas konsepsi manusia dari sudut pandang iman kristen
Diharapkan dari kajian dan analisa ini mahasiswa kristen dapat memahami bahwa manusia itu adalah mahkota ciptaaan Tuhan yang mulia, dengan demikian mereka menghargai harkat dan martabat manusia yang begitu tinggi
Konsep kita manusia akan mempengaruhi sikap, perilaku dan tindakan-tindakan kehidupan sehari-hari.
Perbedaan-perbedan sikap, perilaku dalam kehidupan sehari-hari, itu selalu ada hubungannya dengan pemahaman tentang siapa dan bagaimana dia.
Pemahaman tentang hakekat manusia menjadi landasan sikap hidup seseorang dalam berperilaku dan bertindak.
Pembicaraan tentang manusia adalah hal yang sangat pokok dan sentral dalam kekristenan, karena manusia adalah di pusat kehidupan beragama dan ada pada pusat pengambilan keputusan etis.
*Pembahasan tentang manusia dari perspektif Kristen dapat menolong kita untuk memahami berbagai aspek lain dalam kehidupan beragama, bermasyarakat maupun dalam pengembangan iptek, modernisasi, termasuk berbagai permasalahan dalam kehidupan manusia.

BAB I. TUHAN

BAB I. TUHAN

Membahas konsepsi Tuhan dari sudut pandang Iman Kristen.
Diharapkan dari kajian dan analisa ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai Tuhan, hakekat gereja, dan menghayati hakekat kekristenan yang baik serta ajaran pokok yang menjadi landasan iman dan percayanya.

1.   Pada umumnya bilamana  seseorang berbicara tentang   Agama, pasti berbicara tentang   Allah (Tuhan)
2.   Semua Agama mempercayai   adanya Allah atau sejenisnya,   tergantung Agama tersebut   menamainya dengan berbagai   sebutan.(Allah, Tuhan,   Dewa/Dewi, Ilah, Gusti dll)
3. Setiap Agama mempunyai    kepercayaan tentang Allah atau yang dianggap Allah, namun tiap-tiap agama mempunyai konsepnya sendiri-sendiri tentang Allah yang dipercayainya.
4. Kepercayaan tentang Allah inilah yang membedakan agama dengan fenomena lainnya.
5. Demikian juga dengan Agama Kristen mempunyai konsep tersendiri tentang Allah yang dipercayainya, konsepnya didasarkan pada kesaksian Alkitab
  (dasar untuk kepercayaan dan perilaku Kristen)

SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER



        POLITEKNIK NEGERI MEDAN
                 T.A. 2014/2015
 



SOAL UJIAN AKHIR  SEMESTER

Mata Kuliah              : Agama Kristen Protestan
Sifat                            : Tutup Buku kecuali Alkitab
Waktu                        : 90 menit
Dosen                        : Benget Napitupulu, S.Th., M.Pd.K
 



Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat, padat dan jelas !


1.    Sebutkan tiga jaminan pengembangan dan penggunaan teknologi modern dari sudut pandang Kristen !

2.    Bagaimankah seharusnya sikap Umat Kristen terhadap perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Modernisasi) ?  Tuliskan ayat yang mendukung!

3.    Jelaskan kendala kerukunan antar umat beragama (pluralisme agama) di Indonesia dan bagaimana menurutmu cara mengatasinya ?

4.    Menurut pendapatmu bagaimanakah potret politik di Indonesia saat ini  sekitar isu ”tanggung jawab sosial politik umat Kristen”?

5.    UUD 1945 Pasal 29 ayat 2 menjamin kebebasan beragama. Bagaimana implementasi dan kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari, dan mengapa itu terjadi ?

6.    Tuliskan secara singkat tentang situasi penegakan hukum di Indonesia saat ini !

7.    Apakah peluang dan tantangan partisipasi nyata Mahasiswa Kristen dalam mewujudkan tegaknya HAM dan Demokrasi di Indonesia ?




Selamat Bekerja !